Alaku
Alaku
Alaku

Jelang Lebaran, Tenaga Outsourcing Dispora Linggau Terlantar Tak Dapat Gaji

// Trauma Tahun Lalu Kembali Menghantui

Lubuk Linggau – “Seperti keledai yang jatuh di lubang yang sama” begitulah ungkapan yang cocok untuk Dinas Pemuda dan Olahraga kota Lubuk Linggau, tidak mengambil pelajaran dari kesalahan yang dilakukan tahun lalu, sehingga terus mengulanginya.

Persoalan Tenaga Kerja Outsourcing di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kota Lubuk Linggau kembali mencuat karena belum menerima gaji, kendati sudah bekerja dua bulan penuh yakni di bulan Januari hingga Februari 2026.

Berdasarkan surat pemberitahuan dari perusahaan outsourcing PT. Rajawali Group Andalas (RGA) tanggal 3 Februari 2026, nomor 016/RGA/SUMSEL/II/2026 menyatakan bahwa hal tersebut disebabkan belum adanya kontrak kerja sama antara PT. Rajawali Group Andalas dengan Dispora Kota Lubuk Linggau. Kondisi ini muncul karena pihak dinas belum menyediakan anggaran yang diperlukan.

Aldo, perwakilan perusahaan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa memang benar bahwa tenaga kerja outsourcing di Dispora belum menerima gaji.

“Untuk saat ini yang menjadi kendala adalah belum adanya ikatan kontrak lanjut antara perusahaan dan dinas terkait, kita sudah melakukan konfirmasi kepada dinas tersebut bulan lalu mengenai hal ini, belum terjadinya kontrak dikarenakan pagu anggaran yang belum tersedia,” ujar Aldo, Senin (02/03/2026).

Lebih lanjut Aldo mengatakan belum titik terang terkait bagaimana gaji tenaga kerja outsourcing.

“Kita belum tahu juga ya, karena masih menunggu dinas kepastiannya gimana, apalagi sebelumnya sudah melakukan konfirmasi dan jawabannya adalah tentang anggaran, karena kita perusahaan outsourching adalah sebagai penyedia jasa, sehingga untuk kepastiannya kita juga masih menunggu,” ujar Aldo.

Salah satu pekerja outsourcing yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa sudah dua bulan belum menerima gaji.

“Setahu saya kontrak kerja masih lanjut. Kami trauma jangan sampai seperti tahun kemarin, beribu alasan janji palsu akhirnya zonk,” keluhnya.

Sementara itu, setelah dihubungi melalui pesan WhatsApp, kepala Dispora Lubuk Linggau tidak memberikan tanggapan. (SAw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *