// Kecewa Tak Ditemui Wakil Rakyat
LUBUK LINGGAU – Ratusan mahasiswa Universitas PGRI Silampari (UNPARI) yang tergabung dalam BEM, HIMA, dan organisasi kemahasiswaan lain menggelar aksi unjuk rasa damai di kantor DPRD Kota Lubuklinggau, Rabu (13/5/2026). Aksi ini digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi dunia pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik di daerah tersebut.
Dalam aksinya, para mahasiswa menuntut DPRD dan pemerintah daerah lebih serius memperhatikan kualitas pendidikan, yang dinilai sebagai fondasi kemajuan daerah. Fokus utama tuntutan adalah peningkatan kesejahteraan guru, baik yang berstatus honorer maupun tenaga pendidik lainnya, yang menurut mereka belum mendapatkan perhatian maksimal.
Mahasiswa menegaskan peran strategis guru dalam mencerdaskan generasi bangsa sehingga berhak mendapatkan kehidupan layak dan dukungan penuh pemerintah.
Di sisi lain, para mahasiswa menyampaikan kekecewaan terhadap DPRD Kota Lubuklinggau dan Polres Lubuklinggau. Mereka menilai kepolisian tidak memberikan pengamanan dan pengawalan memadai, terlihat dari tidak adanya kendaraan patroli yang mengiringi perjalanan massa menuju lokasi aksi, padahal jumlah peserta cukup banyak dan bergerak di ruang publik.
Selain itu, mahasiswa juga menyayangkan sikap anggota DPRD yang dinilai tidak berani menemui langsung massa untuk membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi.
“Kami datang membawa suara rakyat, tapi sangat disayangkan tidak ada anggota DPRD yang menemui kami, serta pengamanan pun tidak maksimal,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Meski diwarnai kekecewaan tersebut, seluruh rangkaian aksi berlangsung tertib dan damai. Mahasiswa berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait, guna mewujudkan pendidikan berkualitas dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata di Kota Lubuklinggau. (*)















