Musi Rawas – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk lebih disiplin dan tepat waktu dalam menyalurkan insentif kepada para marbot, guru ngaji, serta pemangku adat.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap peran penting ketiga elemen tersebut dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. DPRD menilai, marbot dan guru ngaji memiliki kontribusi besar dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, sementara pemangku adat berperan dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal di tengah masyarakat.
Menurut DPRD, keterlambatan pemberian insentif dapat berdampak pada semangat dan kesejahteraan para penerima. Oleh karena itu, Pemkab diharapkan dapat memperbaiki sistem administrasi dan penganggaran agar penyaluran insentif bisa dilakukan secara rutin dan tepat waktu.
Selain itu, DPRD juga mendorong agar besaran insentif dapat terus dievaluasi sesuai dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan hidup, sehingga benar-benar memberikan manfaat yang layak bagi para penerima.
Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, diharapkan kesejahteraan marbot, guru ngaji, dan pemangku adat dapat meningkat, serta peran mereka dalam membangun masyarakat yang religius dan berbudaya tetap terjaga dengan baik. (Adv)















