Alaku
Alaku
Alaku

Serap Aspirasi Masyarakat, DPRD Sumsel  Gelar Reses di Dapil VIII

Sriwijaya Terkini – Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan l VIII, meliputi Kabupaten Musi Rawas (Mura), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dan Kota Lubuklinggau, para anggota dewan DPRD Provinsi Sumatera Selatan menggelar reses, Senin 25/8/2025.

Koordinator reses Rica Novlianti, S.St (Gerindra) yang juga anggota Komisi V Bagian Pendidikan dan Kesehatan DPRD Provinsi Sumatera Selatan mengawali pidatonya memperkenalkan para anggota dewan yang hadir dalam acara dan kegiatan reses tersebut.

H Ir Hendra Gunawan, SH, MM,  (Partai Nasdem) anggota komisi I DPRD Sumatera Selatan, H Toyeb Rakembang, A.Ag (PAN) Komisi I, Bembi Perdana, ST, MT (PKS) dari Komisi III DPRD Sumsel, Komisi V Dra. Rita Suryani (PDI-P), Komisi II Bagian Kehutan M Al Amin, S.Si  (Partai Golkar).

Rica menyampaikan, bahwa tujuh anggota DPRD Sumsel Dapil VIII Sumatera Selatan ada enam orang yang hadir , sedangkan Elvaria Novianti, SE politisi PKB, mengadakan reses secara mandiri atau perorangan.

“Tujuan reses ini adalah untuk menemui masyarakat guna menyerap aspirasi serta berbagai usulan masyarakat,” Ujar Rica

Sebelumnya, Kepala SMKN 1 Suwarni berharap dengan hadirnya para anggota DPRD Sumsel dalam acara reses, dapat membawa usulan masyarakat agar kinerja anggota DPRD Sumsel lebih bagus, terarah dan terencana.

“Ini angin segar untuk SMKN 1 Lubuk Linggau, dengan terelisasinya apa yang diusulkan dan direncanakan”, kata Suwarni.

Sementara itu, Aferi ketua Komite SMKN 1 Lubuklinggau dalam sesi tanya jawab mengajukan usulan progres pembangunan gedung OSIS SMKN 1 Lubuklinggau.

“Saat ini baru terbangun sekitar 40 persen sehingga belum dapat digunakan peruntukannya,” ujarnya

Usulan senada juga disampaikan Harzali, salah satu guru SMKN 1, mengajukan usulan pembangunan gedung perpustakaan SMKN 1 Lubuk Linggau.

“SMKN 1 ini sudah berdiri sejak tahun 1972 namun sayang belum ada perpustakaan yang memadai,” ujar Harzali

Diwaktu yang sama, Harzali mengatakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk dikembalikan ke pola dan sistem lama tak usah menggunakan pola test seperti saat ini supaya mengakomodir siswa yang NEM (Nilai Ebtanas Murni)nya memenuhi kriteria dapat masuk ke sekolah tujuan.

“Kami berharap agar para guru honorer mendapatkan insentif, regulasi saat ini tidak memungkinkan guru piket, para Waka (Wakil kepala) sekolah tidak ada alokasi insentifnya,” ujarnya.

Agustunizar, Kepala Sekolah SMAN 7 Kota Lubuklinggau dalam sesi tanya jawab menyampaikan keluhan sekolahnya yang hingga saat ini kekurangan murid.

Agustunizar menyoroti tidak ada aturan pembatasan, mengenai penerimaan sekolah. Terjadi distorsi aturan dan adanya titipan para pihak yang memiliki pengaruh.

“Saat ini ada 5 orang ASN yang nol jam, mohon anggota DPRD Sumsel Dapil VIII agar ada upaya pembatasan dan saya juga muhasabah diri mungkin manajemen dan kepemimpinan saya tidak pas. Untuk itu saya siap dipecat”, tegas Agustunizar.

Bembi Perdana politisi PKS engatakan, siap mengakomodir usulan yang ada. Kemudian masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kembali ke pola dan sistem lama berdasarkan nilai NEM.

“Kami sangat setuju sistem penerimaan murid baru kembali ke pola lama, insyaallah tidak terjadi lagi sekolah yang tidak mendapatkan murid seperti yang dialami oleh SMAN 7,” ujarnya.

Setelah Bembi Perdana giliran kedua yang menanggapi pertanyaan audien adalah Rita Suryani politisi PDI-P yang juga merupakan istri Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Anggota komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan itu mengungkapkan intinya siap mendorong semua usulan tadi untuk dipenuhi.

Selanjutnya, H Toyeb Rakembang (HTR) menanggapi usulan yang dikemukakan audien sebelumnya.

“Semua usulan tadi sudah langsung saya video call ke Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Khusus untuk sekolah yang tidak mendapatkan jatah murid saya lihat akar masalahnya, ini tidak bermaksud menyalahkan rezim pemerintahan sebelumnya bahwa terlalu semangat bangun sekolah baru”, kata Toyeb.

“Mungkin kedepan Pak Agustunizar ini kita ajukan ke Dinas Pendidikan Provinsi hebat beliau ini. Nanti SMAN 7 Kota Lubuk Linggau kita ajukan hibahkan ke Kemenag Sumatera Selatan supaya dijadikan MAN/Madrasah Aliyah Negeri 3 Lubuklinggau”, lanjutnya.

Sementara, Hendra Gunawan anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan mengapresiasi semua yang hadir.

“Saya sangat respek dan apresiasi yang sempat hadir dalam acara reses ini. Saya perhatikan semuanya menunjukkan semangat yang tinggi. Inilah kita harus senantiasa tetap semangat dalam membangun bangsa ini,” urai Hendra Gunawan.

Semua anggota DPRD Sumsel asal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 8 yang hadir dalam reses ini mendapatkan kesempatan berbicara dan menanggapi semua usulan yang disampaikan masyarakat.

Acara reses di SMKN 1 Lubuklinggau berlangsung sekitar dua jam dari pukul 08.00-10.00 WIB yang kemudian dilanjutkan acara yang sama di SMKN 3 (STM) Lubuklinggau. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *