Alaku
Alaku
Alaku

Motocross Belumai II Series 2026 Berjalan Sukses

// Brigif TP 88 KBK Siap Gelar Ajang Lebih Besar

Rejang Lebong — Ajang balap motor tanah Motocross Belumai II Series 2026 yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlangsung dengan lancar dan meriah di Sirkuit Perintis, Desa Belumai II, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini diselenggarakan berkat kerja sama Karang Taruna Desa Belumai II dengan Brigif TP 88 KBK.

Kepala Desa Belumai II, Kasmiyati, menyampaikan bahwa kegiatan yang telah berlangsung kurang lebih tiga kali ini, bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat guna menjaga keamanan dan kelangsungan pembangunan di desa.

“Saya harap kedepannya cakupan perlombaan yang lebih luas dan pelaksanaan kegiatan dapat diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang agar berjalan lebih teratur dari tahun ke tahun. Kegiatan hari ini sepenuhnya merupakan kehendak dan inisiatif dari Karang Taruna,” ujarnya.

Sementara itu, Panggih Hartanto Ketua Panitia Pelaksana yang juga mewakili Karang Taruna menyampaikan harapan agar ke depannya di Kecamatan Padang Ulak Tanding dapat dibentuk keanggotaan Ikatan Motor Indonesia (IMI) tingkat kecamatan.

“Jika sudah ada IMI di kecamatan maka seluruh kegiatan yang diselenggarakan tidak melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku secara resmi,” tegas Panggih.

Dimoment yang sama, Sersan Mayor Riki Firdani perwakilan dari Brigif TP 88 KBK mengapresiasi kelancaran pelaksanaan kegiatan serta antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh para pembalap maupun masyarakat penonton.

“Insyaallah, jika terus mendapat dukungan, ke depan kita akan adakan kembali dengan skala yang lebih besar dari sekarang, sebagai sarana menyalurkan hobi dan bakat masyarakat desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Serma Riki Firdani mengatakan bahwa pihak Brigif akan mencari momentum yang tepat, kemungkinan pada momen peringatan HUT RI kembali atau perayaan hari besar lainnya, seperti tahun baru maupun hari ulang tahun desa untuk dilaksanakan kegiatan yang serupa dan lebih besar.

“Konsep penyelenggaraan ke depan akan tetap merangkul masyarakat dan perangkat desa, dengan kemungkinan lokasi berpindah ke desa lain di wilayah kecamatan, tergantung sambutan dan antusiasme warga setempat,” tutupnya. (Mawid)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *