Alaku
Alaku
Alaku

Ayah NAR Tuntut Kabar Polres Sarolangun dan Tanggungjawab Waterpark ABC

// 10 Hari Dirundung Duka

Lubuk Linggau – NAR (16), seorang santri pondok pesantren (Ponpes) di Surulangun Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan, dikabarkan tewas tenggelam saat berkunjung di kolam renang, di Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun Jambi, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, kasus tersebut telah ditangani oleh pihak Kepolisian resort (Polres) Sarolangun Provinsi Jambi.

Hanya saja, setelah 10 hari berduka, Yulianto orangtua korban NAR yang berdomisili di Kelurahan Karyabakti Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kamis (15/10/2026) mempertanyakan kejelasan kasus yang telah ditangani oleh Pihak Kepolisian (Resort) Sarolangun Jambi, namun kasus tersebut belum menemui titik terang. Termasuk, tanggung jawab dari pihak pengelola waterpark ABC, atas kejadian yang menimpa anaknya.

Ia berharap, segera menemui titik terang terhadap kasus yang telah ditangani oleh pihak Kepolisian dan jangan sampai berlarut-larut. “Kami selaku pihak korban berharap kasus ini cepat diselesaikan, jangan sampai itikad baik kami ini dipermainkan,” kata Yulianto.

Sebelumnya, Kapolres Sarolangun melalui Kasat Reskrim Iptu Rimhot Nainggolan mengatakan, bahwa korban datang ke lokasi bersama rombongan dari pondok untuk melakukan kegiatan rekreasi di waterpark ABC.

“Benar, telah terjadi peristiwa tenggelamnya seorang santri di kolam renang Kecamatan Singkut. Korban berinisial N.A.R. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengetahui kronologi serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa tersebut,” katanya, Rabu (7/10), dikutip dari media metrojambi.com.

Menurutnya, berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh dari salah satu saksi atau teman satu pondok korban. Rombongan berjumlah sekitar 46 orang yang terdiri dari para santri dan 5 orang guru pendamping.

Diceritakan, rombongan berangkat dari pondok pesantren sekitar pukul 8.30 WIB menuju waterpark ABC menggunakan 2 unit mobil pickup sewaan untuk melakukan agenda hiburan dan rekreasi.

Setibanya di lokasi kejadian, para santri melakukan aktivitas di area waterpark dan sekira pukul 10.30 WIB korban diketahui berada di area kolam renang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tenggelam.

Korban sempat mendapat pertolongan hingga dilakukan evakuasi, namun naas korban dinyatakan meninggal dunia. Personel kepolisian disebut telah melakukan langkah-langkah dan memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pendalaman di TKP. Kami juga akan memeriksa berbagai aspek yang berkaitan dengan kejadian ini untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sarolangun menyebut pihaknya juga masih melakukan pendalaman mengenai adanya faktor kelalaian dalam pengawasan maupun pengelola kolam renang tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak berspekulasi terkait penyebab kejadian sebelum proses penyelidikan selesai. Kami akan menangani perkara ini secara profesional dan berdasarkan fakta serta hasil pemeriksaan di lapangan,” ungkapnya.-*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *