*Oleh: Pranata Meksiko, S.Pd (Ketua Forum TKSK Murni Nasional)*
17 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Sejak hadir sebagai bagian dari pilar penyelenggaraan kesejahteraan sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga kini terus mengambil peran penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan berbagai layanan sosial.
Di balik tugas dan tanggung jawab itu, kadang memang ada kerja yang tidak selalu terlihat, kadang ada juga pengabdian yang tidak selalu mendapat perhatian, serta kadang ada juga perjuangan yang sering kali berlangsung jauh dari sorotan.
Namun, bagi seorang TKSK, khususnya TKSK Murni, tentu membantu masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan panggilan untuk terus hadir, serta ‘Selalu Ada’ sesuai tagline Kemensos RI, terlebih ketika ada masyarakat di wilayah kecamatannya membutuhkan bantuan layanan sosial.
Momentum Hari Jadi TKSK ke 17 tahun 2026 kali ini, mengusung semangat “Terus Bekerja, Terus Bergerak, Terus Berdampak.” Tema ini diharapkan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi menjadi pengingat untuk semua TKSK, bahwa pengabdian sosial, harus terus hidup dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Terus Bekerja, berarti tidak berhenti menjalankan amanah. TKSK harus tetap hadir di tengah masyarakat, mengenali persoalan sosial, membangun koordinasi, melakukan pendampingan, serta membantu menghubungkan masyarakat yang membutuhkan dengan layanan yang tersedia. Sebab, persoalan sosial tidak cukup diselesaikan dengan kata-kata, tetapi membutuhkan kerja nyata dan kepedulian.
Terus Bergerak, berarti tidak menunggu persoalan datang menjadi besar. TKSK perlu aktif menjangkau masyarakat, memperkuat komunikasi dengan pemerintah kecamatan, desa atau kelurahan, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak. Perubahan sosial, membutuhkan TKSK yang mau turun langsung, mendengar keluhan masyarakat dan ikut mencari jalan keluar.
Sementara itu, Terus Berdampak adalah tujuan dari setiap langkah pengabdian. Bahwa kehadiran TKSK harus benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama oleh masyarakat yang rentan, keluarga yang mengalami kesulitan, penyandang disabilitas, lansia, serta kelompok masyarakat lain yang membutuhkan perhatian serta pendampingan sosial.
Keberhasilan pengabdian TKSK, tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat akan hadirnya TKSK.
Namun, di balik semangat pengabdian tersebut, memang ada hal penting yang tidak boleh juga diabaikan, yakni kesejahteraan dan kepastian masa depan para TKSK itu sendiri.
Pengabdian yang telah berjalan selama bertahun-tahun, sudah semestinya mendapat perhatian yang layak. Pemerintah perlu terus memperkuat dukungan, perlindungan, peningkatan kapasitas, serta kepastian status bagi para TKSK sesuai ketentuan yang berlaku.
Mereka yang selama ini ikut membantu negara menjangkau masyarakat, khususnya di tingkat kecamatan, tentu juga membutuhkan perhatian dan kepastian dalam menjalankan tugasnya.
Semangat pengabdian itu, tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kesejahteraan. Justru, dukungan yang baik akan membuat TKSK semakin kuat, profesional dan optimal dalam menjalankan peran sosialnya.
Hari Jadi TKSK ke-17 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama, guna meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan pendampingan, memperkuat solidaritas antar sesama TKSK dan terus memperjuangkan masa depan profesi ini secara bermartabat.
Kepada seluruh keluarga besar TKSK Murni di Indonesia, jangan pernah merasa bahwa pekerjaan kita sia-sia, hanya karena tidak selalu terlihat.
Bisa jadi, bantuan yang kita hubungkan menjadi pelita dan harapan bagi sebuah keluarga. Pendampingan yang kita lakukan, menjadi jalan keluar bagi seseorang.
Teruslah bekerja dengan hati, bergerak dengan kepedulian, serta menghadirkan dampak melalui tindakan nyata.
Selamat Hari Jadi TKSK ke-17 Tahun 2026.
*Terus Bekerja, Terus Bergerak, Terus Berdampak!*















