Oleh : Pranata Meksiko, S.Pd (Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Lubuk Linggau)
Beberapa waktu lalu, tepatnya Selasa, (3/2/2026) siang, saya mendapatkan kesempatan terhormat mendampingi kunjungan Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat ke Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang disambut langsung oleh Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Dari pertemuan tersebut, ada beberapa poin penting yang saya tangkap, salah satunya yakni peluang Kota Lubuk Linggau sebagai lokasi pendirian Migrant Center di Provinsi Sumatera Selatan. Peluang strategis bagi Kota Lubuk Linggau tersebut, sebenarnya terbuka lebar, apalagi Kota Lubuk Linggau didukung dengan berbagai potensi unggulan, baik dari sisi geografis, sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas yang telah tersedia.
Bak gayung bersambut, nampaknya Wamen P2MI juga menyambut baik, sebab Wali Kota memberikan dukungan terhadap program-program di kementeriannya. Pertemuan tersebut, membahas peluang kerja aman bagi warga Kota Lubuk Linggau ke luar negeri, serta permintaan dukungan pelatihan dari P2MI.
Wamen yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini, sangat mendukung atas wacana yang disampaikan Wali Kota Lubuk Linggau. Dukungan ini, saya nilai menunjukkan bahwa pemerintah pusat melihat potensi Kota Lubuk Linggau untuk dijadikan sebagai pilot project penyaluran tenaga kerja ke luar negeri bagi warga Provinsi Sumatera Selatan dan sekitarnya, khususnya bagi warga Kota Lubuk Linggau tentunya.
Momentum ini, tentu harus dimanfaatkan secara optimal, sebab Kota Lubuk Linggau memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya layak menjadi pusat layanan terpadu bagi calon pekerja migran.
Dari sisi geografis misalnya, kota ini mudah dijangkau dari seluruh Sumatera Selatan dan wilayah barat Sumatera, bahkan beberapa kabupaten dan kota yang berdampingan menjadikan Kota Lubuk Linggau sebagai jalur utama transportasi, sehingga dapat menjadi hub regional.
Sementara dari sisi sumber daya manusia, generasi muda kota ini sangat potensial, hanya tinggal membutuhkan pelatihan keterampilan, pembekalan bahasa dan informasi hukum, agar nantinya dapat berkompetisi secara global.
Kehadiran Migrant Center di Kota Lubuk Linggau, nampaknya juga sangat sejalan dengan program Pemerintah Kota Lubuk Linggau yang selama ini aktif mengembangkan kapasitas SDM melalui pelatihan UMKM dan berbagai program vokasi. Tentu, sinergi antara Pemerintah Kota dan Kementerian P2MI akan memperkuat kapasitas calon pekerja migran, sekaligus menekan risiko praktik penempatan ilegal dan memperkuat perlindungan hukum bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Langkah Wali Kota Lubuk Linggau berkunjung ke Kementerian P2MI sudah tepat. Ini juga menandakan komitmen Pemerintah Kota Lubuk Linggau untuk menghubungkan Kota Lubuk Linggau dengan jaringan nasional demi menurunkan angka pengangguran dan membuka peluang lebih luas untuk masyarakat, agar mendapatkan pekerjaan.
Diharapkan, dengan dukungan penuh Pemerintah Pusat dan tentunya kesiapan daerah, Migrant Center nantinya segera ada di Lubuk Linggau, sehingga menjadi institusi yang mampu meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja migran asal Sumatera Selatan di pasar global.
Tentu menurut saya, ini ide cemerlang, guna mewujudkan Linggau Juara, yakni Maju Kotanya, Sejahtera Masyarakatnya.
Linggau Juara!!!













