Alaku
Alaku
Alaku
Opini  

Bukit Sulap: Potensi Wisata yang Terabaikan

Oleh: Muhammad Rendiko Efritiansyah

​LUBUKLINGGAU – Objek wisata kebanggaan masyarakat Kota Lubuklinggau, Bukit Sulap, kini kondisinya kian memprihatinkan.

Meskipun memiliki potensi alam luar biasa dan fasilitas yang tergolong mewah, destinasi ikonik ini tampak kehilangan pesonanya akibat minimnya perawatan serta pengelolaan yang tidak berkelanjutan.

Pantauan langsung di lokasi pada Sabtu 13 Desember 2025 pukul 09:00 WIB menunjukkan suasana gerbang masuk Bukit Sulap yang tampak sepi. Hanya terlihat segelintir warga lokal yang melakukan aktivitas kerja dan ke kebun. Padahal, pada akhir pekan seperti ini, Bukit Sulap biasanya menjadi magnet utama bagi wisatawan luar daerah.

Fasilitas unggulan yang dulu menjadi daya tarik utama kini dalam kondisi rusak. Kereta miring (incline) yang diklaim sebagai salah satu yang terpanjang, terlihat terbengkalai dan mulai berkarat karena tidak lagi beroperasi.

​”Dulu kita bangga punya kereta miring terpanjang, tapi sekarang lihat saja, sudah berkarat dan tidak jalan. Sayang sekali, padahal pemandangan dari atas bukit ini sangat bagus,” keluh Muhammad Solihin, M.Sos (26), salah seorang pengunjung yang menyayangkan penurunan kualitas fasilitas tersebut.

Masalah tidak berhenti pada fasilitas fisik. Kebersihan di area taman wisata hingga jalur pendakian juga mulai tidak terjaga. Rumput liar yang meninggi dan sampah daun yang berserakan memberikan kesan kumuh. Kondisi ini dinilai sangat kontras dengan status Bukit Sulap sebagai bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang seharusnya terjaga kelestarian dan keasriannya.

Warga berharap Pemerintah Kota Lubuklinggau segera mengambil langkah nyata, baik melalui revitalisasi anggaran maupun menggandeng pihak swasta untuk pengelolaan yang lebih profesional. Jika terus dibiarkan tanpa perbaikan, aset berharga ini dikhawatirkan hanya akan menjadi “monumen” yang terlupakan, padahal Bukit Sulap adalah identitas dan ikon tak terpisahkan dari Kota Lubuklinggau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *