Beranda HUKUM Diberhentikan Sepihak Tanpa Pesangon, Pekerja PT Lonsum Sei Kepayang Sambangi Kantor Bupati

Diberhentikan Sepihak Tanpa Pesangon, Pekerja PT Lonsum Sei Kepayang Sambangi Kantor Bupati

7
0

MURATARA, Sriwijayaterkini.com –

Lima pekerja PT Lonsum Sei Kepayang, warga Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sambangi Kantor Bupati Muratara guna mengantar surat tembusan terkait pemberhentian sepihak oleh PT Lonsum, tanpa pesangon.

Sejak diberhentikan pada bulan Mei tahun 2019 lalu hingga hari ini belum menerima pesangon atau dana konvensasi seperti yang dijanjikan oleh pihak perusahaan atau PT Lonsum.

Anjas Lukita, sala satu dari lima pekerja yang diberhentikan kepada awak media, Senin (12/1)mengatakan,  mereka mulai bekerja sejak tahun 2006, lebih kurang sekitar 14 tahun sebagi PHL (pekerja harian lepas ) di PT Lonsum Sei Kepayang Estate, namun pada bulan Mei di tahun 2019 mereka diberhentikan secara sepihak.

“Maksud dan tujuan kami datang ke kantor Bupati Muratara untuk meminta kejelasan tentang hak dan kewajiban kami selama kami berkerja seperti yang telah dijanjikan oleh pihak perusahaan untuk diberi uang konvensasi atau uang pesangon,” terangnya.

Karena tambahnya, sampai dengan saat ini mereka belum menerima seperti yang telah di janjikan oleh pihak perusahaan tersebut.

“Harapan kami, untuk ke depannya agar pihak pemerintah daerah atau dinas yang terkait bisa memberi solusi yang terbaik kepada kami sesuai dengan peraturan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu kuasa hukum dari lima pekerja yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) Yetra mengatakan, kedatangan mereka ke kantor bupati ini untuk memberikan surat tembusan kepada bupati agar diteruskan kepada Disnakertrans agar bisa dilakukan mediasi terkait permasalahan yang telah di janjikan.

“Tanpa ada keputusan yang jelas oleh pihak perusahaan, maka dengan jalur ini kami tempuh, dan menuntut hak klien kami untuk diberikan,” ungkapnya.

Tercatat mulai dari 2006 para pekerja ini bekerja dan tanpa ada kejelasan dari pihak perusahaan, dan hanya mengandalkan gaji. “Menurut kami ini tidak adil, jika mereka diberhentikan secara sepihak,” tukasnya. (Hamkam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here