Beranda EKONOMI Pengusaha Resto Tolak Pemasangan e-tax

Pengusaha Resto Tolak Pemasangan e-tax

527
0

Palembang, Forum Komunikasi Paguyupan Kuliner Bersatu Palembang (FK-PKBP) yang tergabung dalam Persatuan Pengelola Rumah Makan Minang(PPRMM),asosiasi Pengusaha Pempek (ASPPEK), Paguyupan Bakso Solo Berseri(PBSB),dan Asosiasi pecel lele dan Asosiasi sate Madura adakan pertemuan lanjutan di rumah makan pindang burung, jln.MP mangkunegara, Selasa (30/07).

Dalam pertemuan yang diketuai oleh H Dasril, membahas pernyataan sikap terhadap Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) pemerintah kota palembang atas pajak 10 persen dikenakan kepada konsumen yang sebelumnya tanpa disosialisasikan, dan secara tiba-tiba memasang alat e-tax dengan alat maping box ditempat usaha yang semula secara manual.

Dalam pertemuan ini, telah disepakati bahwa para  pedagang dalam Forum Paguyupan menolak pajak 10 persen dengan cara pukul rata baik pedagang kecil maupun besar dikenakan Pemerintah kota palembang, adapun langkah sudah dilakukan FK-PKBP telah melapor ke Ombusman Sumsel.

Dikesempatan lain H Idasril Ketua FK-PKBP saat wawancara mengatakan, “Kami merasa kaget dengan pajak 10 persen yang tanpa disosialisasikan seraca tiba-tiba tempat usaha kami Pemkot dipasang alat e-tax dimeja kasir yang kami tidak tau fungsinya, dengan adanya hal ini kami merasa tertekan serta terzholimi.” katanya

Selanjutnya Dasril menyatakan secara tegas pada pemerintah kota palembang, “Bahwa kami bukan menolak pajak, namun memintak kebijakan dari pemkot dengan kondisi perdagangan saat ini sangat menurun drastis, “tegasnya. (Marzuki) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here